Blog

Dayamaya, harapan bagi masyarakat daerah 3T

Ada kabar bagus di Indonesia pada akhir tahun ini, yang asalnya dari Dayamaya. Sebuah program yang diselenggarakan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Dayamaya
Dayamaya

Setelah berbulan-bulan masa pandemi  membuat banyak orang seolah kehilangan harapan, akhirnya muncul harapan baru setelah mendengar kabar yang satu ini. Kabar ini datang dalam bentuk sebuah program pemerintah.

Sabar, skeptisnya disimpen dulu. Program ini udah berjalan. Bisa kok untuk dikatakan memberi harapan. Kalau mau tanya harapannya buat siapa? Jawabannya adalah untuk sodara-sodara kita di daerah 3T, terdepan, terluar, dan terpencil.

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) baru saja melaksanakan program Dayamaya. Sebuah program yang dilaksanakan untuk pengembangan potensi ekonomi digital di daerah 3T. Program ini  melibatkan para pelaku Startup eCommerce, Komunitas, Kelompok masyarakat dan UMKM  digital untuk bersinergi mengembangkan potensi serta membuat solusi tepat guna bagi masyarakat di daerah 3T. 

Menurut Bapak Danny Januar Ismawan, Direktur Layanan TI untuk Masyarakat dan Pemerintah, peran startup, komunitas, dan UMKM yang terlibat diharapkan dapat  mempercepat kemajuan di daerah 3T. Beliau juga yakin dengan peran serta mereka tersebut, akan segera terjadi perubahan di daerah 3T menuju ke arah yang lebih baik.

Program Dayamaya ini sudah mulai dari tahun 2019 untuk Batch pertama. Saat ini sudah berjalan lima kegiatan dari 18 inisiatif kegiatan yang terpilih pada Batch pertama.

Baru tau? Tenang, ini dikasih tau lebih lanjut biar makin tau. Program bagus gini emang penting buat dibahas, biar makin banyak yang tau. Setelah tau, mungkin ada yang mau berpartisipasi juga.  Tapi, ogut lanjutin dulu ya bagi kabarnya. Biar makin jelas.

Saat ini ada Atourin, Cakap, dan Jahitin, yang sudah menjalankan inisiatifnya. Masing-masing merupakan startup yang bergerak di bidang pariwisata, bahasa, dan keterampilan.

Atourin sebagai perusahaan teknologi di sektor pariwisata, pada tahun  2019 berkesempatan menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata di Natuna  melalui program Dayamaya. Hasilnya, terdapat 10  pemandu wisata di Natuna sudah memiliki lisensi. Menurut Reza Permadi, Tim Operasional Atourin, para pemandu wisata tersebut menjadi lebih berani melakukan self branding, dan mulai memanfaatkan media sosial untuk melakukan promosi. Selain itu, di masa pandemi ini Atourin juga memberikan pelatihan membuat tur virtual.

Atourin
Atourin

Tour virtual ini dapat dimanfaatkan untuk jangka waktu panjang, tidak hanya di masa pandemi saja lho. “Dengan pelatihan ini, diharapkan pemandu wisata dapat memanfaatkan internet untuk menghadirkan layanan virtual tour baik kepada wisatawan dalam negeri maupun mancanegara” kata Reza. 

Cakap
Cakap

Cakap sebagai platform online pembelajaran bahasa asing berpartisipasi dengan meningkatkan kemampuan masyarakat  dari sisi penguasaan bahasa. Cakap telah  menyelenggarakan digital assessment di Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Sumba  Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menggunakan standarisasi CEFR (The Common  European Framework of Reference for Languages). Pada masa pandemi, Cakap juga menggelar program pelatihan secara daring bagi penggiat dan  pelaku pariwisata. Menurut Tommy Yunus, CEO Cakap, sejauh ini  sudah ada beberapa daerah yang mendaftar menjadi peserta. Diantaranya adalah Kalimantan Selatan, Maluku Utara,  Sulawesi Utara dan Bangka Belitung.

Jahitin
Jahitin

Jahitin Academy  melakukan inisiatif berbeda dari dua startup sebelumnya. Jahitin memberdayakan SDM dengan meningkatkan skill para penjahit di Provinsi NTT, khususnya di  Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. Melalui workshop pengolahan limbah kain tenun, Jahitin  mengajarkan bagaimana cara mengolah limbah tenun menjadi produk yang bernilai jual. Jahitin juga membantu para penjahit agar dapat lebih mudah mengakses  pasar. Dampaknya saat ini penjahit di Sumba sudah mendapatkan akses langsung  berhubungan dengan Dinas Perdagangan. Pada masa pandemi, Jahitin yang difasilitasi oleh BAKTI dan  Kementerian Desa, dan Pemberdayaan Daerah Tertinggal, melakukan pelatihan cara  membuat masker sesuai dengan standar kesehatan. Hasilnya, para penjahit di Sumba  berhasil mendapatkan orderan membuat 5000 masker. 

Gimana? sudah terinspirasi untuk ikutan melakukan inisiatif dalam program Dayamaya?

Mengutip dari Bapak Ari Soegeng Wahyuniarti, selaku Kepala Divisi Layanan Telekomunikasi dan Informasi untuk Masyarakat, “Dengan merangkul stakeholder strategis, kami yakin kita akan memiliki daya atau berdaya  untuk bersama-sama membawa perubahan di daerah 3T. Utamanya perbaikan dari sisi  perekonomian berbasis ekonomi digital. Hal ini selaras dengan campaign yang kami angkat,  yaitu Berdaya Bersama”. 

Sebagai sebuah bangsa, Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman, dalam  membangun daerah 3T pemerintah tentu tidak dapat bekerja sendiri. Untuk itu, peran dari  para startup dan komunitas sangat diperlukan untuk bersama-sama bersinergi mempercepat  pembangunan di daerah 3T. 

Nah, kalo udah terinsipirasi dan pengen banget ikut berpartisipasi, langsung aja cari tau lebih lanjut. Kunjungi dayamaya.id buat dapet info lebih lengkap, dan daftar Batch selanjutnya. Program bagus gini mesti banget didukung. Supaya kemajuan bangsa ini dapat terjadi dengan lebih cepat.

Share juga kabar baik ini. Siapa tau ada orang lain yang berminat untuk bersatu menjadi harapan bagi sodara-sodara kita di daerah 3T.

Show More

Uut AVCD

Uut Avocado 🥑 Mentalist @WhatTheFaedah | Magicomic | TriObie | Digital Man of KurangTerkenal.com

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close